Postingan

Dari Bensin ke Listrik: Masa Depan Otomotif Indonesia Dimulai dari Keputusanmu Hari Ini

 Motor listrik bukan lagi mimpi—ini adalah realitas yang sedang kita jalani. Jika Anda masih ragu-ragu, mari kita lihat fakta yang bisa mengubah perspektif Anda tentang masa depan transportasi Indonesia. ✅ HEMAT BIAYA OPERASIONAL Bayangkan tidak perlu lagi menghabiskan ratusan ribu setiap bulan untuk bensin. Dengan motor listrik, cukup mengisi daya di rumah—bahkan di saat Anda sedang tidur—dan Anda bisa berkendara hingga 100-150 km hanya dengan sekali charge. Biaya listrik? Jauh lebih murah dibanding bahan bakar konvensional! Perawatan juga lebih mudah: tidak perlu ganti oli rutin, mesin lebih sederhana, dan komponen bergerak lebih sedikit. Ini berarti lebih banyak uang yang tersisa untuk kebutuhan lain. ✅ LINGKUNGAN LEBIH SEHAT Setiap kali kita memilih motor listrik, kita mengurangi emisi karbon. Bayangkan jika jutaan orang Indonesia membuat pilihan yang sama—udara Jakarta, Surabaya, Bandung, dan kota-kota besar lainnya akan jauh lebih bersih untuk anak cucu kita. Kita bukan hanya...

SMK N 1 Koto Gasib, Pendidik Galau, Peserta Didik Tak Sejalan: Meninjau Kesenjangan Visi di Ruang Kelas

  Pendidik Galau, Peserta Didik Tak Sejalan: Meninjau Kesenjangan Visi di Ruang Kelas Lubuk Dalam.  Dunia pendidikan nasional kini menghadapi tantangan serius yang kerap menimbulkan "kegalauan" di kalangan para pendidik: adanya kesenjangan visi dan ketidakselarasan antara harapan guru dengan sikap serta tujuan peserta didik. Fenomena ini muncul ketika upaya keras para pengajar untuk mencapai target pendidikan—baik akademis maupun karakter—sering kali berbenturan dengan kurangnya antusiasme, motivasi, atau bahkan adanya perilaku yang tidak mendukung di sisi pelajar. Para guru, yang memegang peran sentral dalam transformasi pengetahuan dan karakter, sering kali merasa frustrasi ketika kurikulum inovatif dan metode pengajaran yang dirancang matang tidak mendapat respons yang sejalan dari siswa. Sumber kegalauan ini beragam, mulai dari isu klasik seperti malas belajar , kurangnya minat terhadap materi, hingga munculnya perilaku negatif seperti minimnya sopan santun dan etika ...

Tugas Tugas dan foto2...

Gambar
makin banyak tugas semakin kepala mau pecah.... ini orang yang kepalanya tahan dari segala hal...

Baca Ya...

Gambar
PPG PROGRAM PELATIHAN GURU Tidak terasa sudah hampir 2 bulan kuliah di UNP, sudah banyak pula yang dilalui bersama2,,,  ada yang semangat nya yang tinggi, ada pula yang rendah macam diriku, kepikiran pula gmana akhirnya ini. semuanya pada sibuk semua, yang mahasiswa DIV atw yang non kependidikan ada juga kuliah profesi pendidikan, mata kuiah yang telah kami lalui waktu S1 pendidikan... ssstttttttt, ada pengemis yang lagi hitung uang hasil minta-minta diluar,,,, hidup ini aneh, kuliah beberapa tahun kerja dengan gaji yang minimal dengan kerja yang maksimal, usai kuliah cuma jadi buruh,,,nasib nasib. org minta2 gajinya diatas rata-rata sarjana, 4-10 juta bro... pegawai bank saja gajinya ngk sampai segitu... Lanjut. tugas, dikatakan sedikit lah, tapi melihatnya saja udah bikin ngantuk,,, bentar lagi akan tampil, 2 minggu lagi rasa2nya,... ternyata 2 minggu lagi libur pula, ada tanggal merah, wah makin lama jadinya,,, ada yang kena foto ada yang ngk,...

Mahasiswa PPGT UNP 2013

Gambar
Mahasiswa PPGT UNP 2013 Rintisan Program PPGT bertujuan menghasilkan model pendidikan guru untuk melahirkan calon guru yang memiliki keunggulan dalam kompetensi sebagai guru profesional dengan kewenangan ganda.  Guru memiliki peran sentral dalam proses pembelajaran di sekolah, mulai dari jenjang pendidikan usia dini sampai sekolah menengah. Kedudukan guru dalam sistem persekolahan menempati posisi strategis, berada di garis paling depan, mengajar di depan kelas, menghadapi dan mengatasi secara langsung berbagai persoalan yang terjadi dengan peserta didik di kelas dan di sekolah, baik yang bersifat akademik maupun yang bersifat nonakademik. Keberhasilan peserta didik menguasai pengetahuan dan mengasah ketajaman keterampilan, bergantung kepada guru dalam memberi arahan, tuntutan, bimbingan, dan keteladanan yang baik. Dengan demikian, guru bukan hanya menjadi ujung tombak pendidikan di sekolah, tetapi juga menjadi kunci keberhasilan pendidikan secara nasional. Hasil st...